Tampilkan postingan dengan label kisah sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah sukses. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Kisah Sukses Pengusaha Muda Thailand

Jika di indonesia ada Reza Nurhilman yang berhasil menjual sensasi camilan keripik pedas bermerek Ma Icih yang amat populer, maka di Thailand ada pula pengusaha muda bernama Aitthipat Kulapongvanich yang sukses menjual camilan keripik rumput laut bermerek Tao Kae Noi, yang sanggup meraup omzet yang amat fantastis.



Film produksi Negari Gajah Putih, The Billionaire, menceritakan kisah nyala lika-liku jatuh bangunnya seorang pengusaha (entrepreneur) muda bernama Aitthipat KulapongvanJch (Pachara "Peach" Chirathivat) atau lebih dikenal dengan nama Top" Aitthipat.

Sebenarnya, Aitthipat merupakan seorang anak orang kaya. Namun pada usia 16 tahun, ia begitu terobsesi dengan permainan game online yang mengakibatkan nilai-nilai mata pelajaran sekolahnya merosot. Karena ia sudah tak lagi memiliki hasrat untuk meneruskan sekolahnya, pada usia 17 tahun, Aitthipat dropout dan memutuskan diri untuk menjadi penjaja kacang. Walau dengan modal pengalaman yang amat minimhingga seriug ditipu dan kerja sangat keras, usaha menjual kacang ini tak membuahkan hasil dan justru membuatnya kian terpuruk.

Kisah Sukses Seorang Mantan Pemulung

Semula yang menjalani sebagai tukang rosok adalah Sukinah, istri Ngaatijan Kismo Utomo. Karena penghasilan tukang rosok lebih banyak, Utomo, panggilan Ngatijan, mengikuti jejak sang istri. Mereka membeli sepeda dari uang tabungan. Sehari-hari keduanya runtang-runtung cari rosok. Blusukan dari kampung ke kampung.

Istrinya, Pak Utomo menjadi sopir yang jarang sekali pulang. Saya sering membeli karung bekas pakan ayam dipeternakan ayam petelur. Selain membeli karung, beli telur bucekan (pecah) yang langsung saya setorkan ke pengusaha roti bolu, kenang Sukinah.

Ketika krisis moneter tahun 1997, perusahaan kue bolu itu bangkrut. Oleh pemiliknya kemudian peralatan pembuat roti berikut semua karyawan yang ada ditawarkan kepada Sukinah.

Kamis, 29 November 2012

Pengusaha sepatu lukis yang bangkit setelah 2 tokonya terbakar


Kegagalan atau bangkrut merupakan risiko yang harus ditanggung oleh seorang wirausahawan atau pengusaha. Seperti yang dialami oleh perajin sepatu lukis asal Surabaya, Nazmah Armadhani yang mulai mencoba terjun berbisnis sepatu lukis sejak 4 tahun yang lalu sejak 2009.

Sebelumnya, dia dan suaminya telah berbisnis sepatu pada tahun 1986. Namun, musibah menimpanya dengan keluarga. Dua toko miliknya di Pasar Turi Surabaya habis dilalap si jago merah pada tahun 2007 silam. Tak ayal kerugian ratusan juta rupiah pun dialami pasangan ini.

Dua tahun setelah itu, Dhani panggilan akrabnya mulai merambah bisnis industri yang lain, mulai dari busana muslim, hingga bisnis batik. Namun, belum menuai hasil yang begitu memuaskan. Hingga pada akhirnya pada akhir tahun 2009 dirinya mulai mencoba berbisnis sepatu lukis.

"Tolak ukurnya pas kebakaran. Dua toko kita habis, pas mau bulan puasa. Dua tahun kita bingung karena nggak ada pemasukan. Akhirnya anak saya coba gambar-gambar di sepatunya, temannya suka. Saya juga ikutan gambar di sepatu polos, saya selipkan satu pasang di pameran busana muslim teman saya. Ternyata ibu gubernur suka," ungkap Dhani kepada detikFinance di Pameran Produk Unggulan Jawa Timur di Kementerian Perindustrian, Selasa (20/11/12).

Ia mengaku tak sendiri melancarkan bisnis sepatu lukis. Atau dengan kata lain, banyak pelaku industri serupa. Namun, dia meyakini produk yang dibuatnya ini berbeda. Selain karena latar belakang telah bergelut di industri sepatu selama puluhan tahun, kualitas dari produk sepatunya pun menjadi keunggulan.

"Kita sudah malang melintang di dunia persepatuan. Mereka (industri lain) itu bagus, tapi nggak rapi. Kenapa, soalnya diliat sekilas, garisnya sudah beda. Ketahuan banget kalau garapan saya kaya pabrik. Mereka soalnya dari pelukis, kalau karyawan saya bukan siapa siapa. Pentolan SD, nggak lulus SD, bahkan berhitung pun mereka nggak bisa. Tapi mereka telaten," paparnya.

Sampai saat ini, karyawan yang dimiliki oleh Dhani berjumlah 5 orang yang berasal dari daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Untuk bahan baku, Dhani hanya cukup menyediakan cat sablon acrylic dengan kuas untuk melukis. Sedangkan sepatu polos, ia mengaku mendapatkannya di daerah lain seperti Surabaya, Sidoardjo hingga ke Bandung, Jawa Barat.

Usaha bisnis yang digelutinya selama kurang lebih 4 tahun itu cukup menjanjikan. Dalam sebuah pameran, dirinya mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 20 juta. Namun, untuk reguler tanpa ada pameran, dia bisa meraup omzet sampai Rp 6 juta.

"Kalau pameran bisa sampai Rp 10-20 juta. Kalau nggak pameran Rp 6 juta-an sebulan. Kan di toko itu nyempil, jadi nggak ke gebyar. Paling keluar 60 pasang," ungkapnya.

Urusan harga, ia mematok harga yang variatif. Mulai dari Rp 100-300 ribu. "Tergantung dari sepatunya untuk cewek apa cowok. Kalau cowok kan lebih besar dan medianya lebih besar," katanya.

Namun sayang, Dhani belum berani merambah pasar ekspor untuk usahanya ini. Dia mengaku belum siap untuk memasarkan produknya ke luar negeri, karena alasan regulasi yang berbelit-belit. Walaupun sempat ada yang menawari, dia secara halus menolaknya.

"Ekspor kan ribet, saya bayanginnya ribet. Terus nanti pasti ada kendala bahasanya juga. Manajemennya harus sudah rapi lah, belum saatnya. Mungkin sudah 10 tahun kalau sudah mateng," tuturnya.

Para pembeli dapat memesan sepatu dengan model dan desain sendiri. Gambar yang unik, dan cerah menjadi keunggulan sepatu berlabel Dhona Dhani ini.


Saat ini produk sepatu lukis berada di pameran Industri Unggulan Jawa Timur di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta dari tanggal 20-23 November 2012.


Sumber :
Zulfi Suhendra – detikfinance Rabu, 21/11/2012 

Selasa, 20 November 2012

Apple Inc. Perusahaan Teknologi Komputer Tingkat Dunia



Menjadi sebuah brand yang dikenal oleh dunia bukan hal yang mudah dan cepat. Selain mudah untuk diucapkan dan diingat, sebuah brand dibuat juga harus mencerminkan visi dan misi dari perusahaan dibaliknya. Dengan logo dan nama yang tak terlalu mencolok namun unik dan mudah diingat, Apple inc. menjadi brand yang bernilai paling tinggi dibanding brand lain seperti Samsung, Sony, Toyota dan lainnya.

Sejarah Apple Inc.

Apple inc. merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi computer. Berdiri di daerah Silicon Valley, Cupertino, California pada 3 Januari 1977. Dengan nama Apple Computer Inc. pada awalnya, Apple inc membuat Apple II yang merupakan awal revolusi computer pribadi yang kemudian mengalami kemajuan hingga sekarang dengan Macintosh pada tahun 1980-an.

Produk perangkat keras Apple, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan

Selasa, 09 Oktober 2012

Mental Bisnis Orang Cina


Sebagian di antara pemerhati ekonomi dunia hingga kini pasti masih takjub. Mengapa China, yang pada 1978 demikian miskin, pendapatan per kapita di bawah 100 dollar AS per tahun, kini ibarat terbang, menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat? Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Kanada, Italia, dan Australia otomatis tergeser ke belakang.

Bahkan, Amerika Serikat kini berdebar-debar sebab dalam waktu beberapa tahun mendatang peluang China menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor satu di dunia sangat terbuka. Itu berarti, Amerika Serikat akan berdiri agak ke pinggir karena ia bukan lagi negara adidaya ekonomi.

Selama lebih dari 30 tahun China melakukan apa yang disebut revolusi produksi. China melipatgandakan semua industri, perkebunan, pertanian, dan kerajinan. Produk China merajalela di mana-mana. Sudah produknya berkualitas, harganya pun lebih murah. Siapa bisa lawan?

Lalu, produknya, yang serba massal itu, benar-benar mencengangkan. Pakaian, komputer, sampai korek api bisa diproduksi dalam jumlah jutaan per bulan. Namun, sudahlah, ini ”masih biasa”. Yang hebat, produk pertanian ikut melonjak tinggi, benar-benar luar biasa. 

Jika iklim bersahabat, hasil pertanian (beras) China berlimpah, lalu sebagian diekspor. Dunia tercengang sebab penduduk China sebanyak 1,4 miliar adalah pemakan nasi. Bisa dibayangkan betapa tinggi produktivitas sawahnya kalau masih bisa ekspor. Indonesia, yang jumlah penduduknya ”hanya” 241 juta jiwa, tanah subur, dan sawah di mana-mana, mengimpor beras jutaan ton per tahun.

Sukses China mengilhami Vietnam yang praktis baru bisa membangun dengan lancar tahun 1990. Meski sudah menang perang tahun 1975, Vietnam dalam kondisi tercabik-cabik. Perlu waktu untuk konsolidasi kekuatan. Vietnam, seperti China, memberlakukan satu negara dua sistem. Sistem ekonomi pasar diterapkan di seluruh negeri. Memang Vietnam tidak bisa seperti China, tetapi negara seluas 331.089 kilometer persegi (hampir seluas Jerman) itu mampu meraih kinerja memukau.

Apa yang membuat Vietnam maju? Pemerintah negara itu paham benar bahwa bangsa Vietnam adalah bangsa yang terbiasa bekerja keras, pantang menyerah. Elan rakyat Vietnam menjadi bangsa yang dipandang orang menyala-nyala. Di sisi lain, nah ini yang seru, rakyat Vietnam memiliki kultur berbisnis yang cerdas dan tangguh. Kultur itu tertanam jauh sebelum Perancis datang dan menjajah bangsa itu.

Di kota Hanoi, misalnya, spirit entrepreneur berkobar sangat indah. Hampir semua rumah penduduk di dalam kota membuka toko. Hukum ekonomi berjalan tegak, siapa bermodal kuat boleh punya usaha besar, toko yang lebar. Namun, yang pas-pasan, sampai kelas menengah, bersabar di toko yang lebarnya satu sampai tiga meter. Panjang toko kerap hanya satu meter, tetapi ada juga yang panjangnya dua sampai lima meter.

Menarik memperhatikan langgam orang Vietnam berbisnis. Meski kerap hanya ”jualan” beberapa botol minuman, beberapa bungkus rokok dan roti, pemilik toko rela duduk mencakung dari pagi hingga malam hari. Ketekunan mereka di antaranya tampak dari sini. Sebagian lagi membuka ”open air café ” dengan menjual minuman ringan, berikut bangku-bangku plastik, yang biasa dipakai anak-anak kelas satu sekolah dasar. Harga minuman (teh, kopi) dari Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per gelas. Dari sini bisa diketahui omzet pemilik ”café”. 

Namun, dari segi nominal memang kecil. Namun, inilah cara pemerintah Vietnam membangkitkan elan entrepreneur rakyat. Pada saatnya, pedagang gurem itu akan menjadi pedagang besar.

Indonesia sudah melangkah jauh di depan Vietnam, tetapi bukan berarti mengabaikan kekuatan Vietnam. Sepuluh tahun lagi, bangsa unggul itu akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi mengagumkan. Mereka memiliki keterampilan, kecerdasan, dan sumber daya alam memadai. 

Referensi :

Designer Lokal Beromset Dollar



Bosan jadi pegawai. Itulah awal Anggi Krisna mewujugkan mimpinya untuk menjadi pengusaha sukses. Hasil yang didapatnya selama menjadi karyawan ternyata membuatnya tidak puas dan ingin sukses.

Anggi Krisna, pria berusia 31 tahun. Putus asa karena hasil yang didapatnya dari menjadi karyawan tidak membuahkan apa-apa.Namun Anggi mulai mengenali potensi dan kemampuan yang dimilikinya dalam bidang grafis website atau dikenal 
web designer. Keahlian inilah yang kini membawanya ke arah masa depan yang lebih baik.

"Saya memang bukan ahli teknologi informasi atau bahkan
web designer sekalipun. Saya lulus dari IPB (Institut Pertanian Bogor) Fakultas Perikanan. Hanya saja, sejak duduk di bangku kuliah, saya lebih menyukai kegiatan yang berhubungan dengan desain dalam sebuah web di internet," ungkap Anggi dalam perbincangan denganVIVAnews di sebuah restoran di Bandung, Jawa Barat.

Sejak lulus pada 2004, Anggi tak terlalu sulit mendapatkan pekerjaan. Namun, pada Februari 2007, Anggi hengkang dari tempat kerjanya itu untuk mencoba peruntungan di bidang bisnis yang menjadi ketertarikannya. Pilihannya jatuh pada bidang grafis sebagai 
freelancer web design.

"Saat itu, saya baru menikah 4 bulan. Saya mencoba meminta izin kepada ayah mertua untuk mencoba menjalani pekerjaan 
online ini dengan batas waktu satu tahun," ungkap Anggi.

Diburu waktu yang ada, Anggi mulai menekuni profesi barunya tersebut. Pria ini mulai rajin menjalin komunikasi 
online bersama teman-temannya sesama freelancer (sebutan web designer). Alhasil, desain-desain website lokal pun dibuat oleh pria asal Bandung ini.

"Awalnya saya coba membuat desain di dalam negeri, ya lumayan ada napas. Dengan harga pertemanan yang saya tawarkan. Namun, dengan harga pertemanan ini, tidak bisa membuat saya puas, sehingga mencoba membuka hubungan dengan beberapa orang di luar negeri," paparnya.

Tak puas dengan hasil yang diperolehnya dari pekerjaan di dalam negeri, Anggi pun memutuskan 
go global. Lewat sejumlah rekannya di luar negeri, keputusan Anggi untuk masuk dunia web designer semakin mantap bahkan memperkuat ketertarikannya. 

"Ketika pertama kali saya mencoba menawarkan diri, saya dibantu oleh 
agency yang memang khusus menawarkan proyek web designer di luar negeri," kata dia.

Gayung bersambut. Anggi akhirnya mendapatkan sejumlah proyek dari mitranya di luar negeri. Proyek itu memang tak terlalu besar. Anggi hanya mendapat bayaran sebesar US$130-300 per proyek.

Keputusan Anggi untuk Go Internasional terbukti tepat. Kepuasan yang diperoleh kliennya di luar negeri berimbas pada banyaknya proyek yang menghampirinya. Bahkan kini, Anggi tak bisa lagi mengerjakan seluruh proyek yang diterimanya.

Nilai satu proyek yang dibebankan oleh konsumen, baik perusahaan maupun perorangan, sekitar US$300-1.000 per pekerjaannya. "Saat dibentuk team work, pekerjaan proyek kami sebulan rata-rata 10-15 proyek," ungkap Anggi.

Pundi-pundi Anggi pun makin tebal. Dari puluhan proyek yang digarapnya bersama tim, keuntungan bersih yang didapatnya kini berkisar Rp30-50 juta per bulan. Jika dibagi rata-rata, lulusan IPB ini sedikitnya mengantongi untung sebesar Rp1 juta per hari.

Referensi :

Inspirasi : Mana bisnis yang terbaik ?


Seorang usahawan muda di Jakarta punya 10 juta dollar AS atau setara dengan Rp 94 miliar. Ia bingung untuk investasi. Kalau dideposito dan sebutlah ia dapat bunga 4 persen, setahun uangnya bertambah Rp 3,769 miliar atau Rp 313 juta per bulan. Cukup enak. Namun, bukan wataknya menyimpan uang di bank. Ia lebih suka bertarung di lapangan.

Kepada ayahnya yang seorang usahawan komponen otomotif, anak muda itu minta saran. Ayahnya berkata, ”Mantapkan hatimu. Masuklah ke bisnis yang engkau sukai dan benar-benar kuasai. Jangan terombang-ambing. Jangan silau kemajuan usahawan lain. Putuskan, dan lupakan!”

Anak muda ini terkesiap oleh ucapan ayahnya. Ia lalu menimbang lagi. Kalau membangun hotel bintang dua, ia bisa mendapatkan dua hotel dengan masing-masing di atas 100 kamar. Jika hotel selalu ”hampir penuh” dan dikelola baik, ia bisa berharap modal kembali kurang dari empat tahun. Ia tinggal menghitung laba.

Kalau membuka kafe waralaba asing, ia bisa memperoleh setidaknya 30 kafe kelas satu. Ia masukkan ke mal dan bayar sewa. Kalau berjalan mulus, investasi bisa balik dalam tiga tahun. Jika gagal?

Terombang-ambing, ia teringat nasihat ayahnya. Masuk ke bisnis yang ia kuasai benar. Dan bisnis itu adalah perminyakan. Selama delapan tahun terakhir, ia bekerja di sebuah perusahaan minyak bumi. Maka, ia tetapkan hati masuk ke minyak.

Berdasarkan izin legal yang ia peroleh, ia gunakan uangnya untuk ”mencari sumur minyak” di Pulau Sumatera. Menurut hitungan sederhana, kalau beruntung, pencarian pertama saja sudah bisa menemukan sumur minyak. Pada eksplorasi pertama, tidak ditemukan apa-apa. Ia tidak terpukul. Pada eksplorasi kedelapan, ditemukan sumur minyak, tetapi tidak layak. Ongkos eksplorasi malah lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan minyak. Di sini ia berdebar. Terus atau tidak? Uangnya hanya cukup untuk dua kali lagi pencarian minyak lagi. Kalau hasilnya nihil?

Pada titik amat kritis ini, ia teringat kembali nasihat ayahnya. Putuskan dan lupakan. Ia putuskan terus mencari. Lupakan, agar ia tidak menyesal kalau seluruh hasilnya buruk. Pada pencarian kesembilan, kembali timnya gagal.

Pada kesempatan terakhir, usahawan ini bisa tersenyum. Timnya menemukan sumur minyak. Tidak besar, ”hanya” 10.500 barrel per hari. Ia sujud syukur. Kini ia bisa membangun perusahaan ritel, beberapa kafe, restoran yang laris, dan membeli saham sebuah bank swasta nasional.

Dari kutipan di atas kesimpulan yang bisa saya ambil ialah mantapkan hati kita untuk memilih mana yang terbaik untuk kita. Tentu pilihlah yang kita kuasai, yang kita bisa mengembannya dengan baik serta sesuai dengan modal kita. Putuskan secara benar-benar dengan segala kemampuan dan modal yang kita punya. Gagal ? pasti dalam berusaha tak ada yang sekejap mata dapat berhasil. Semua butuh proses. Proses yang jatuh dan bangun. Namun, semua dapat kita raih apabila kita terus maju, melupakan yang buruk dan gagal. Serta meraih kesempatan yang membawa kesuksesan. (JWP)

Referensi :

Sabtu, 29 September 2012

Kisah Sukses : Bekas Kenek (Kondektur) Menjadi Pengusaha Sukses

http://flabtasticfive.co.uk

Usaha kuliner Indonesia tapi bertempat di London. Wow, inilah satu satu-nya restoran Indonesia di  London.  Nusa Dua Restaurant berdiri di sudut Dean Street 11, Soho, di jantung ibu kota Inggris. Bangunan tiga lantai ini satu-satunya restoran Indonesia di kawasan belanja dan tempat nongkrong anak-anak muda itu.

Banyak makanan khas Indonesia yang ditawarkan disini seperti ayam kremes, sayur asem, sambal terasi, tahu isi, soto ayam, tempe, dan kerupuk udang.  Restoran ini dibuka menjelang sore tapi ternyata sudah banyak yang antri dengan latar belakang berbagai ras.

Resto ini adalah usaha hasil kerja keras Firdaus Ahmad (54) selama 20 tahun. Dia nekat pergi ke London karena penghasilannya sebagai kondukter angkutan Kampung Melayu –

Jumat, 28 September 2012

Kisah Sukses : Remaja sukses dengan super selainya



Selama ini usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman memang tidak pernah habis masa kejayaannya. Rata-rata hanya berbahan dasar sederhana namun di kombinasi maupun di daur ulang sedemikian rupa hingga menghasilkan makanan yang enak, unik, dan membuat kita ketagihan.


Begitu banyak ide untuk membuat makanan dan minuman unik yang sebelumnya belum ada atau tak terpikirkan. Dan kebanyakan memang berhasil menarik minat banyak konsumen karena mempunyai daya tarik tersendiri. Kita bisa memulianya di usia muda ataupun tua, asal sungguh-sungguh dan punya konsep yang tepat dan guna. Ciri khas juga salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan.